Selasa, 22 Maret 2016

Wahai Mesirku Aku ingin meraihmu


 "Wahai mesirku aku ingin meraihmu, tapi kau telah menemukan sungai nil nya dan itu bukan aku"
Pada hari ini aku akan bercerita tentang kisah hidupku, yang mencintai seseorang yang telah menjadi pahlawan dihidupnya. Kutulis kisahku dimana dia telah bercerita semuanya tentangnya dan kisah cintanya.
Keyakinan itu tumbuh seiring berjalannya waktu, akan tetapi rasa kehilangan pun kini tumbuh di dalam benakku. Dia telah bercerita kepadaku tentang sesosok wanita yang dia kagumi, dan rupanya wanita itu sangat responsif juga terhadapnya, hingga pada suatu hari katanya sang wanita itu memberikan sesuatu kepadanya, lewat teman dekatnya jadi dia tak bertemu langsung dengan sosok wanita tersebut. Wanita ini pernah mengajar di kelas adiknya yang berinisial “S”. Perbedaan usia mereka berkisar 3 tahun, dan lebih tepatnya adalah Alumni angkatanku sendiri, yaitu Alumni tahun 2015. “siapakah sosok wanita itu?” batinku. Dia hanya memberi tahu bahwa wanita itu kini tinggal di Pondok Pesantren Putri 3. Setelah bercerita panjang lebar, ada rasa iri di dalam benakku, air mata pun tak dapat aku tahan, hingga akhirnya air mata ini menetes sedikit demi sedikit membasahi pipiku. “beruntung sekali sepertinya wanita itu, mampu mendapatkan hatinya dia, mampu mengambil alih hatinya, mampu meluluhkan hatinya, mampu membukakan hatinya yang mungkin memang sangat susah sekali untuk dibuka, kamu sungguh beruntung.” Batinku. akan tetapi setelah aku fikir-fikir kembali, maka aku pun mulai mencerna semuanya, mencoba untuk berfikir realistis, bahwa yang sesunnguhnya memang di pondok putri 3 seluruh ustadzah dan santrinya sudah tidak boleh membuka situs media sosial, yaitu Facebook. “Lalu darimana kah dia berkomunikasi selama ini dengan sosok wanita tersebut? Sedangkan yang aku tahu sendiri, dia tak pernah berkomunikasi dengan siapapun kecuali denganku”, ujarnya. Maka dari sini timbullah seribu pertanyaan di dalam benakku “mungkinkah itu aku?” “mungkinkah itu aku?” “mungkinkah itu aku?”. Lalu kembali lagi aku men feed – back seluruh percakapanku dengannya. Disini aku mengambil 3 analisis, yaitu 1. “Memberi” bisa jadi dalam arti memberi itu adalah, yah memang dulu aku pernah sempat memberikan jajanan kepada adiknya lewat temanku yg kebetulan pengabdian disana. 2. “Mengajar” yah memang dulu aku pernah brpesan kepada adiknya seklaigus memberikan sedikit motivasi agar S bisa lebih giat, rajin semangat disana. Dan yang terakhir ke 3. Alumni tahun 2015, sepengetahuanku dia hanya dekat denganku saja tak ada yang lain. Haha mungkin keliatannya aku terlalu narsis juga yah, tapi bisa di bilang apa, ini hanya sebuah analisisku saja, yang belum tentu kebenarannya. Tetapi aku harus membuka mataku agar aku sadar “siapakah aku sebenarnya” aku memang tak pantas dengannya, sangat tidak pantas. Yang aku tahu level dia sangat jauh untukku, aku hanya wanita biasa. Jika memang benar ada selain aku, dan benar keberadaannya, aku turut berbahagia, dan aku hanya bisa mendo’akan semoga bisa menjadi yang terbaik diantara yang baik, semoga bisa menjadi sosok istri yang sholihah, yang mampu melahirkan serta mendidik anak-anaknya menjadi generasi penerus bangsa yang hebat, karena memang pada dasarnya, wanita itu akan menjadi seorang ibu dan sekaligus menjadi seorang pendidik bagi anak-anaknya.
Biarlah akan kusimpan cerita cintaku ini di dalam lubuk hatiku yang paling dalam, sehingga takkan ada orang lain yang tahu, dan akan aku tata serapih-rapihnya agar rasa ini mampu aku simpan hanya di dalam hatiku saja. Dengan segala konsekuensi yang ada, akupun harus merelakannya untuk pergi dari hidupku. Akan tetapi satu hal yang harus kamu tahu, bahwa aku tak akan pernah pergi dari tempat ini, karena aku akan terus selalu mendukungmu, aku akan terus mendukung semua cita-citamu, karena inilah janjiku. Aku ingin melihatmu memakai baju toga kebanggaan universitas kita, aku ingin melihatmu duduk dengan berpakaian rapi di depan balai kota dengan memakai seperangkat baju dan aksesories seorang walikota. Do’a – do’aku disetiap seperempat malam sholatku meminta agar semua apa yang kamu inginkan bisa menjadi kenyataan amin. Meskipun mungkin bukan aku yang nanti ada dibelakangnya, tetapi aku merasa bangga dan bahagia karen akulah yang pertama yang mengetahui akan semua keinginannya. Suatu saat nanti aku akan melihatnya dari sudut pandang yang snagat jauh dari jangkauannya dan aku akan tersenyum atas kesuksesannya kelak.
Rabb, terimakasih karena selama ini aku telah disadarkan dari duniaku, aku seperti menjadi wanita yang sangat sempurna pada saat itu, terimakasih atas semua titipanMu yang telah Engkau titipkan kepadaku pada saat itu. Sekarang aku bisa mengambil semua pelajaran dari kejadian yang aku alami, cinta yang bertepuk sebelah tangan, cinta dalam hati. Love is a sweet torment.
*"they can imitate you but they cant duplicate you" hehe. Bel, jangan minta seseorang seperti Dliya, tapi jadilah perempuan yang bisa membuat seseorang yang tidak sempurna menjadi sempurna. karna se-brengsek-brengsek-nya laki-laki akan berubah menjadi sangatt baik, lembut bicaranya, lembut perlakuannya setelah menemukan 1 wanita yang tepat.


Senin, 11 Januari 2016

kisah seorang raja dan seorang dayang PART I

Kini aku sedang hidup dalam dunia dongeng sang raja yang sedang mencari pendamping hidup untuk dirinya. Sang raja menyuruhku untuk menjadi seorang dayang yang selalu siap untuk melayaninya kapanpun dan dimanapun. Beberapa perintah telah aku laksanakan dengan semampuku, dan sang raja merasa cukup puas dan bahagia atas hasil kerjaku. Hari demi hari aku lewati bersama sang raja, akan tetapi pada saat ini sang raja sedang berada pada suatu titik bahaya, yaitu beredarnya isu kedekatan sang raja dengan seorang dayang (aku). Sontak aku pun kaget dan tidak terima akan isu kedekatan saya dengan sang raja. Begitupun sang raja yang kaget ketika mendengar isu tersebut.
Akhirnya saya dengan sang raja mendiskusikan dan meluruskan bersama-sama atas isu tersebut. Dan kami telah sepakat untuk menghadapinya bersama-sama. Entah apa yang ada di dalam fikiran sang raja saat ini, entah rencana apa yang sedang sang raja buat untuk menyelesaikan isu tersebut yang jelas saya hanya bisa mengikutinya dari belakang. Saya mulai agak sedikit risih dengan persoalan ini, mengapa? Karena saya takut sang raja lama kelamaan akan terhasut oleh isu tersebut, dan mungkin juga sang raja akan membenciku. Hal ini yang saya tidak inginkan terjadi suatu saat nantinya.
Sejak saat pertama saya mengenal sang raja, saya menganggapnya hanya sebagai atasan kerja saya dan sekaligus *some text missing saya*, hanya itu saja tidak lebih dan juga tidak kurang. Saya tidak pernah berfikir untuk hal itu, dan saya tahu bagaimana kriteria sang raja dalam mencari pendamping hidupnya. Sang raja tahu saya, dan sang raja tahu siapa saya, asal-usul saya, dan bagaimana saya. Disini saya hanya menjalankan peran saya sebagai dayang yang siap membatu sang raja disaat sang raja membutuhkan saya. Sudah hanya itu saja.
Berita ini sampai kepada para prajurit-prajurit dan para dayang-dayang yang lainnya, hingga menimbulkan tanda tanya yang sangat besar di istana kerajaan. Beberapa pertanyaan yang diajukan kepada saya dan sang raja kini muncul di istana. Lalu saya diberi wasiat oleh sang raja untuk membuat para prajurit dan juga dayang-dayang yang lainnya agar semakin penasaran. Saya hanya bisa melakukan apa yang telah sang raja perintahkan kepada saya. “Baiklah akan saya laksanakan” ucapku.
Berita ini semakin menjadi-jadi di istana kerajaan, saya sendiripun sedikit agak sensi juga tapi apalah daya saya hanyalah seorang dayang tak punya tahta, kekuasaan. Saya hanya bisa berdiam diri dan membantu sang raja agar semua permasalahan ini selesai. Dan pada malam itu saya berdo’a agar sang raja bisa secepatnya menemukan pendamping hidupnya, agar sang raja bisa terbebas dari berita-berita yang tidak jelas ini. Ameeen
Bersambung~