"Wahai mesirku aku ingin meraihmu, tapi kau telah menemukan sungai nil nya dan itu bukan aku"
Pada hari ini aku akan bercerita tentang kisah hidupku, yang
mencintai seseorang yang telah menjadi pahlawan dihidupnya. Kutulis kisahku
dimana dia telah bercerita semuanya tentangnya dan kisah cintanya.
Keyakinan itu tumbuh seiring berjalannya waktu, akan tetapi rasa
kehilangan pun kini tumbuh di dalam benakku. Dia telah bercerita kepadaku
tentang sesosok wanita yang dia kagumi, dan rupanya wanita itu sangat responsif
juga terhadapnya, hingga pada suatu hari katanya sang wanita itu memberikan
sesuatu kepadanya, lewat teman dekatnya jadi dia tak bertemu langsung dengan
sosok wanita tersebut. Wanita ini pernah mengajar di kelas adiknya yang
berinisial “S”. Perbedaan usia mereka berkisar 3 tahun, dan lebih tepatnya
adalah Alumni angkatanku sendiri, yaitu Alumni tahun 2015. “siapakah sosok
wanita itu?” batinku. Dia hanya memberi tahu bahwa wanita itu kini tinggal
di Pondok Pesantren Putri 3. Setelah bercerita panjang lebar, ada rasa iri di
dalam benakku, air mata pun tak dapat aku tahan, hingga akhirnya air mata ini
menetes sedikit demi sedikit membasahi pipiku. “beruntung sekali sepertinya
wanita itu, mampu mendapatkan hatinya dia, mampu mengambil alih hatinya, mampu
meluluhkan hatinya, mampu membukakan hatinya yang mungkin memang sangat susah
sekali untuk dibuka, kamu sungguh beruntung.” Batinku. akan tetapi setelah
aku fikir-fikir kembali, maka aku pun mulai mencerna semuanya, mencoba untuk
berfikir realistis, bahwa yang sesunnguhnya memang di pondok putri 3 seluruh
ustadzah dan santrinya sudah tidak boleh membuka situs media sosial, yaitu
Facebook. “Lalu darimana kah dia berkomunikasi selama ini dengan sosok wanita
tersebut? Sedangkan yang aku tahu sendiri, dia tak pernah berkomunikasi dengan
siapapun kecuali denganku”, ujarnya. Maka dari sini timbullah seribu pertanyaan
di dalam benakku “mungkinkah itu aku?” “mungkinkah itu aku?” “mungkinkah itu
aku?”. Lalu kembali lagi aku men feed – back seluruh percakapanku
dengannya. Disini aku mengambil 3 analisis, yaitu 1. “Memberi” bisa jadi dalam
arti memberi itu adalah, yah memang dulu aku pernah sempat memberikan jajanan
kepada adiknya lewat temanku yg kebetulan pengabdian disana. 2. “Mengajar” yah
memang dulu aku pernah brpesan kepada adiknya seklaigus memberikan sedikit
motivasi agar S bisa lebih giat, rajin semangat disana. Dan yang terakhir ke 3.
Alumni tahun 2015, sepengetahuanku dia hanya dekat denganku saja tak ada yang
lain. Haha mungkin keliatannya aku terlalu narsis juga yah, tapi bisa di bilang
apa, ini hanya sebuah analisisku saja, yang belum tentu kebenarannya. Tetapi
aku harus membuka mataku agar aku sadar “siapakah aku sebenarnya” aku memang
tak pantas dengannya, sangat tidak pantas. Yang aku tahu level dia sangat jauh
untukku, aku hanya wanita biasa. Jika memang benar ada selain aku, dan benar
keberadaannya, aku turut berbahagia, dan aku hanya bisa mendo’akan semoga bisa
menjadi yang terbaik diantara yang baik, semoga bisa menjadi sosok istri yang
sholihah, yang mampu melahirkan serta mendidik anak-anaknya menjadi generasi
penerus bangsa yang hebat, karena memang pada dasarnya, wanita itu akan menjadi
seorang ibu dan sekaligus menjadi seorang pendidik bagi anak-anaknya.
Biarlah akan kusimpan cerita cintaku ini di dalam lubuk hatiku yang
paling dalam, sehingga takkan ada orang lain yang tahu, dan akan aku tata
serapih-rapihnya agar rasa ini mampu aku simpan hanya di dalam hatiku saja.
Dengan segala konsekuensi yang ada, akupun harus merelakannya untuk pergi dari
hidupku. Akan tetapi satu hal yang harus kamu tahu, bahwa aku tak akan pernah
pergi dari tempat ini, karena aku akan terus selalu mendukungmu, aku akan terus
mendukung semua cita-citamu, karena inilah janjiku. Aku ingin melihatmu memakai
baju toga kebanggaan universitas kita, aku ingin melihatmu duduk dengan
berpakaian rapi di depan balai kota dengan memakai seperangkat baju dan
aksesories seorang walikota. Do’a – do’aku disetiap seperempat malam sholatku
meminta agar semua apa yang kamu inginkan bisa menjadi kenyataan amin. Meskipun
mungkin bukan aku yang nanti ada dibelakangnya, tetapi aku merasa bangga dan
bahagia karen akulah yang pertama yang mengetahui akan semua keinginannya.
Suatu saat nanti aku akan melihatnya dari sudut pandang yang snagat jauh dari
jangkauannya dan aku akan tersenyum atas kesuksesannya kelak.
Rabb, terimakasih karena selama ini aku telah disadarkan dari
duniaku, aku seperti menjadi wanita yang sangat sempurna pada saat itu,
terimakasih atas semua titipanMu yang telah Engkau titipkan kepadaku pada saat
itu. Sekarang aku bisa mengambil semua pelajaran dari kejadian yang aku alami, cinta
yang bertepuk sebelah tangan, cinta dalam hati. Love is a sweet torment.
*"they can imitate you but they cant duplicate you" hehe. Bel, jangan minta seseorang seperti Dliya, tapi jadilah perempuan yang bisa membuat seseorang yang tidak sempurna menjadi sempurna. karna se-brengsek-brengsek-nya laki-laki akan berubah menjadi sangatt baik, lembut bicaranya, lembut perlakuannya setelah menemukan 1 wanita yang tepat.